News Update :

Tradisi Asyura (muharram)

Tradisi Asyura (muharram)
        Pada bulan sura (muharram) yang menyirikan tahun baru masyarakat Islam Jawa dimeriahkan dengan tradisi suraan yang dihiasi dengan adegan membuat bubur suro, yang merupakan perayaan hari pertama atau asyuro, tentu ini dihubungkan dengan bahasa arab asyu-nura yang berarti orang-orang yang telah memperoleh cahaya Allah.
         Menurut kepercayaan masyarakat islam tradisional, hari asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram mengingatkan pada beberapa peristiwa-peristiwa penting yaitu; Adam diturunkannya kebumi, Allah memberikan kebaikan kepada Adam dan Hawa ketika mereka bertobat setelah diungsikan dari surga, Idris diberkahi oleh Allah dengan kedudukan yang mulia, Nuh selamat dengan perahunya, Ibrahim selamat tampa meninggalkan luka ketika dibakar oleh raja Namrudz, Musa mendapat wahyu secara langsung dari Allah digurun Sinai, Yusuf dinyatakan bebas dari penjara dan namanya dibersihkan dari tuduhan telah memperkosa Zulaikha, Yakub pulih dari penyakit mata yang amat parah, Yahya keluar dengan selamat dari mulut ikan Khut(ikan Nun raksasa).
            Dari kejadian diatas meskipun tidak terdeteksi sumber kebenarannya dan ketepatan waktunya dengan hari asyura ini, masyarakat cukup meyakininya. Mereka membuat bubur sura, yakni bubur yang terbuat dari tepung beras dicampur santan yang berisi berbagai macam bahan makanan, untuk dibagikan pada tetangga atau kerabat. Bubur yang berwarna putih menandakan hari asyura yang suci, adapun berbagai bahan makanan yang terdapat dalam bubur menjadi suatu cirri berbagai kejadian pada hari yang sedang diperingati.
WallahuA’lam
Share this Article on :

SAHABAT

 

© Copyright SAHABAT JILID 2 2008-2009 | Design by Thobrie | Published by google Templates | Powered by Blogger.com.